Search this site
Embedded Files
SiPeKa
  • Home
  • Profil
    • Sejarah PK IPNU IPPNU UIN Syekh Wasil
    • Sejarah FK Galuh Candra Kirana
    • Sejarah Coretan Rekan Rekanita
    • Susunan Pengurus PK IPNU IPPNU UIN Syekh Wasil Kediri Periode 2025 - 2026
    • Susunan Pengurus FK GACANA Periode 2025 - 2026
  • Press Release
  • Ruang Opini
    • Rasionalisasi Perasaan Ketika Membaca Al-Qur'an
    • Kuliah Saja Nggak Cukup: Kenapa Mahasiswa Perlu Organisasi Biar Nggak Jadi
    • Membaca Buku: Cara Paling Murah Biar Nalar Kita Nggak Tumpul
    • KH. Tholhah Mansur: dari Mulai Keunikan, Kisah Cinta, dan Tekad Perjuangan
    • Bulan Ramadan: Bukan Hanya Meningkatkan Kualitas Spiritual, tapi Juga
  • Coretan
    • Coretan News
  • About Us
SiPeKa
  • Home
  • Profil
    • Sejarah PK IPNU IPPNU UIN Syekh Wasil
    • Sejarah FK Galuh Candra Kirana
    • Sejarah Coretan Rekan Rekanita
    • Susunan Pengurus PK IPNU IPPNU UIN Syekh Wasil Kediri Periode 2025 - 2026
    • Susunan Pengurus FK GACANA Periode 2025 - 2026
  • Press Release
  • Ruang Opini
    • Rasionalisasi Perasaan Ketika Membaca Al-Qur'an
    • Kuliah Saja Nggak Cukup: Kenapa Mahasiswa Perlu Organisasi Biar Nggak Jadi
    • Membaca Buku: Cara Paling Murah Biar Nalar Kita Nggak Tumpul
    • KH. Tholhah Mansur: dari Mulai Keunikan, Kisah Cinta, dan Tekad Perjuangan
    • Bulan Ramadan: Bukan Hanya Meningkatkan Kualitas Spiritual, tapi Juga
  • Coretan
    • Coretan News
  • About Us
  • More
    • Home
    • Profil
      • Sejarah PK IPNU IPPNU UIN Syekh Wasil
      • Sejarah FK Galuh Candra Kirana
      • Sejarah Coretan Rekan Rekanita
      • Susunan Pengurus PK IPNU IPPNU UIN Syekh Wasil Kediri Periode 2025 - 2026
      • Susunan Pengurus FK GACANA Periode 2025 - 2026
    • Press Release
    • Ruang Opini
      • Rasionalisasi Perasaan Ketika Membaca Al-Qur'an
      • Kuliah Saja Nggak Cukup: Kenapa Mahasiswa Perlu Organisasi Biar Nggak Jadi
      • Membaca Buku: Cara Paling Murah Biar Nalar Kita Nggak Tumpul
      • KH. Tholhah Mansur: dari Mulai Keunikan, Kisah Cinta, dan Tekad Perjuangan
      • Bulan Ramadan: Bukan Hanya Meningkatkan Kualitas Spiritual, tapi Juga
    • Coretan
      • Coretan News
    • About Us

Bulan Ramadan: Bukan Hanya Meningkatkan Kualitas Spiritual, tapi Juga Kemampuan Diri

Alhamdulillah, saat ini kita dipertemukan kembali dengan bulan yang sangat mulia. Bulan Ramadan, bulan yang penuh dengan rahmat. Nggak tanggung-tanggung, nama Sayyidus Syuhur pun dilekatkan pada bulan ini. Pada bulan ini Allah memberikan pahala yang berlipat kepada siapa yang melakukan amal saleh.

Bulan Ramadan adalah kesempatan untuk kita fokus memperbaiki diri. Makanya, banyak orang mengatakan bahwa puasa tidak hanya sarana menahan haus dan lapar, tapi juga menahan nafsu amarah, nafsu lisan, dan pandangan, dan masih banyak lagi.

Nggak hanya itu, ternyata bulan mulia ini juga membuka ruang yang sangat luas untuk pengembangan diri kita di luar aspek spiritual. 30 hari ke depan ini bisa kita jadikan momentum untuk melakukan hal-hal kecil, seperti menambah soft skill yang sering tertunda di bulan-bulan biasa.

Baca Selengkapnya

Penulis: Kacong Syauqi

Sumber: Salma Qolbi dkk, "Efektivitas Expressive Writing Terhadap Regulasi Emosi pada Mahasiswa" jurnal psikologi, vol 1. no 4. (2025) hlm, 726.

KH. Tholhah Mansur: dari Mulai Keunikan, Kisah Cinta, dan Tekad Perjuangan 

Belum lama ini, kita telah disuguhkan momen yang sangat membahagiakan. Sebuah momen bersejarah peringatan lahirnya IPNU dan IPPNU, organisasi pelajar Islam yang masih langgeng hingga detik ini.

Hingga sekarang, organisasi ini memberikan banyak sekali naungan dan suplai pemahaman Islam yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan pemuda-pemudi Indonesia.

Namun, rasanya tidak lengkap jika kita tidak mengenal siapa pendirinya. Ya, seorang tokoh kharismatik yang dikenal dengan julukan “kiai intelektual”. Namanya sangat masyhur di telinga kita semua, terutama para rekan dan rekanita.

Siapa lagi kalau bukan KH. Tholhah Mansur dan istrinya, Nyai Umroh Mahfudhoh. Sepasang tokoh ini kelak menjadi pelopor berdirinya IPNU dan IPPNU. Banyak kisah menarik dari kiai berdarah Madura ini, mulai dari keunikan pribadinya, kisah cinta, hingga perjuangannya di organisasi.

Nah, dalam artikel sederhana ini, kita akan membahas bagaimana perjalanan hidup beliau serta kiprahnya sebagai seorang “kiai intelektual” yang gemar berorganisasi.

Baca Selengkapnya


Penulis: Kacong Syauqi

Sumber: https://tebuireng.online/kh-m-tholchah-mansoer-sang-intelektual-kiai/

Buku KH. MOH. Tholhah Mansoer (Biografi Profesor NU yang terlupakan)

Kuliah Saja Nggak Cukup: Kenapa Mahasiswa Perlu Organisasi Biar Nggak Jadi Kupu-Kupu


Menjadi seorang mahasiswa sangatlah menyenangkan. Duduk di kelas, mendengarkan dosen yang sedang ceramah mata kuliah, kemudian pulang dengan beban tugas yang nggak sedikit. Dan siklus itu terus-menerus berputar hingga empat tahun lamanya. Pertanyaannya, apakah itu cukup? Menurut saya pribadi, “enggak”. 

Dari pengalaman sekarang, saya jadi banyak menelaah masa lalu ketika masih menjadi seorang mahasiswa. Sempat terpikir, kalau dulu tidak mengambil keputusan itu, mungkin saya tidak akan bisa berada di titik seperti sekarang ini. Ya, semua hal itu ada di luar kampus. Maksudnya adalah organisasi. 

Baca Selengkapnya


Penulis: Kacong Syauqi

Sumber: Freedman JM, Freedman PE, Choi DY, Miller M. The Emotional Recession: global declines in emotional intelligence and its impact on organizational retention, burnout, and workforce resilience.


Rasionalisasi Perasaan Ketika Membaca Al-Qur'an

Al-Qur'an merupakan kitab umat islam, yang dipahami selama ini sebagai Kalamullah dan juga sebagai mukjizat Nabi Muhammad yang paling agung, ternyata mengandung suatu hal yang menarik apabila kita mengkaji lebih dalam apa yang terkandung dalam Al-Qur'an. Salah satu hal yang menarik yakni adanya hal positif yang bersumber atau yang dirasakan ketika kita membaca Al-Qur'an. Bahkan hal tersebut dapat dirasakan pun ketika kita hanya sebatas membaca Al-Qur'an. Apalagi sampai mengetahui makna ayatnya atau bahkan sampai kita mentadabburi ayat ayat Al-Qur'an. Ketika kita membaca Al-Qur'an dengan tanpa melibatkan hafalan, itupun juga dapat menimbulkan perasaan bahagia yang menyebabkan tampaknya aura positif dari seseorang setelah membaca Al-Qur'an. 

Nah, dari  inilah saya memiliki pendapat, bahwasanya terdapat salah satu hal yang menarik dari hal tersebut. Apalagi perasaan bahagia yang timbul itu, bisa dirasakan seolah olah tanpa sebab. Maka untuk itu saya mencoba menganalisis sumber dari munculnya perasaan bahagia tersebut. Ternyata hal itu bisa dijawab dengan ilmiah dengan memakai 2 pendekatan, yakni dari pendekatan ilmu umum atau filosofis, yang kedua dengan pendekatan ilmu agama atau teologis dan religius. 

Baca Selengkapnya


Penulis: M. Alvin Faiz

Sumber literatur diambil dari: https://catatantafsiralquran.blogspot.com/p/qs-ar-rad-13-28.html


Alamat Kami
Media Sosial
InstagramYouTubeTikTokLinkYouTube
Terima Kepenulisanan
Klik DiSini
Lembaga Media & Pers - PK IPNU IPPNU UIN Syekh Wasil Kediri - 2025
Google Sites
Report abuse
Google Sites
Report abuse