Menjadi seorang mahasiswa sangatlah menyenangkan. Duduk di kelas, mendengarkan dosen yang sedang ceramah mata kuliah, kemudian pulang dengan beban tugas yang nggak sedikit. Dan siklus itu terus-menerus berputar hingga empat tahun lamanya. Pertanyaannya, apakah itu cukup? Menurut saya pribadi, “enggak”.
Dari pengalaman sekarang, saya jadi banyak menelaah masa lalu ketika masih menjadi seorang mahasiswa. Sempat terpikir, kalau dulu tidak mengambil keputusan itu, mungkin saya tidak akan bisa berada di titik seperti sekarang ini. Ya, semua hal itu ada di luar kampus. Maksudnya adalah organisasi.
Penulis: Kacong Syauqi
Sumber: Freedman JM, Freedman PE, Choi DY, Miller M. The Emotional Recession: global declines in emotional intelligence and its impact on organizational retention, burnout, and workforce resilience.
Al-Qur'an merupakan kitab umat islam, yang dipahami selama ini sebagai Kalamullah dan juga sebagai mukjizat Nabi Muhammad yang paling agung, ternyata mengandung suatu hal yang menarik apabila kita mengkaji lebih dalam apa yang terkandung dalam Al-Qur'an. Salah satu hal yang menarik yakni adanya hal positif yang bersumber atau yang dirasakan ketika kita membaca Al-Qur'an. Bahkan hal tersebut dapat dirasakan pun ketika kita hanya sebatas membaca Al-Qur'an. Apalagi sampai mengetahui makna ayatnya atau bahkan sampai kita mentadabburi ayat ayat Al-Qur'an. Ketika kita membaca Al-Qur'an dengan tanpa melibatkan hafalan, itupun juga dapat menimbulkan perasaan bahagia yang menyebabkan tampaknya aura positif dari seseorang setelah membaca Al-Qur'an.
Nah, dari inilah saya memiliki pendapat, bahwasanya terdapat salah satu hal yang menarik dari hal tersebut. Apalagi perasaan bahagia yang timbul itu, bisa dirasakan seolah olah tanpa sebab. Maka untuk itu saya mencoba menganalisis sumber dari munculnya perasaan bahagia tersebut. Ternyata hal itu bisa dijawab dengan ilmiah dengan memakai 2 pendekatan, yakni dari pendekatan ilmu umum atau filosofis, yang kedua dengan pendekatan ilmu agama atau teologis dan religius.
Penulis: M. Alvin Faiz
Sumber literatur diambil dari: https://catatantafsiralquran.blogspot.com/p/qs-ar-rad-13-28.html