Sabtu, 6 Desember 2025, Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) UIN Syekh Wasil Kediri menggelar pembekalan Give A Go (Gerakan Investasi Ayo Budal). Kegiatan ini bertempat di MWC Kota Tengah yang diikuti oleh relawan dari pengurus maupun anggota PK.
Wakil Ketua Bidang Organisasi, Rekanita Rossyta, menjelaskan bahwa tujuan Give A Go ini adalah penggalangan dana untuk pemenuhan sarana dan prasarana organisasi.
"Give A Go atau Gerakan Investasi Ayo Budal merupakan kegiatan penggalangan dana untuk pemenuhan sarana dan prasarana PK. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ladang jariyah karena hasil dari Give A Go akan digunakan untuk kegiatan organisasi dan bermanfaat bagi banyak orang," ujarnya.
Ia juga menambahkan, konsep Give A Go ini adalah berjariyah dengan kupon seharga Rp5.000 per lembar dan berlaku kelipatannya. Bukan hanya itu, akan tetapi juga ada jalur langit, yaitu zikir jama’i yang dilakukan seminggu sekali untuk mendukung kelancaran program ini.
Ketua PK IPNU UIN Syekh Wasil, Rekan Alvenda, menyampaikan tips yang bisa dilakukan sebelum terjun di lapangan nantinya.
"Sebelum kalian menawarkan kupon, kalian harus menentukan target atau sasaran terlebih dahulu. Target pertama adalah orang terdekat, yaitu diri sendiri, keluarga, sahabat. Kemudian teman dan orang yang tidak dikenal, bisa di tempat umum atau di mana pun. Tips selanjutnya adalah mencoba menawarkan di dua dunia, yaitu dunia media sosial dan juga dunia nyata. Karena di dunia nyata kita bisa belajar banyak hal, salah satunya belajar untuk menerima penolakan secara langsung. Selain itu, adanya mentor dan kompetitor antar relawan juga penting, yaitu bisa menjadi pemantik dan juga penyemangat," jelasnya.
Ia juga menambahkan esensi dari Give A Go adalah bukan hanya soal nominal, akan tetapi tentang berani mencoba dan melatih diri.
"Give A Go bukan soal meminta-minta, tapi untuk memberikan peluang kebaikan untuk orang lain yang mau amal jariyah. Esensi Give A Go bukan seberapa banyak kupon yang dihabiskan, tapi berani mencoba dan melatih diri sendiri, contohnya melatih komunikasi dan soft skill lainnya," tambahnya.
Sebagai penutup, ia berpesan agar kader IPNU-IPPNU itu harus memiliki mental yang kuat, bisa berkomunikasi dengan baik, dan bisa bermanfaat untuk masyarakat.
"Terakhir, saya mengutip pernyataan dari Gus Haidar, yaitu kader IPNU-IPPNU itu harus seperti iPhone, yaitu memiliki ketahanan yang kuat, ada fitur ramah untuk mata, dan saat baru dibeli memiliki baterai yang penuh dan siap digunakan. Artinya, kader IPNU-IPPNU harus punya mental yang kuat untuk menghadapi realitas, bisa menyesuaikan komunikasi dan sikap sesuai dengan target bicaranya dan nantinya saat hidup di masyarakat siap untuk bermanfaat," pungkasnya.
Pewarta: Rekanita Luthfi