Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri bersama Forum Koordinasi (FK) Galuh Candra Kirana (GACANA) terus menggencarkan Aksi Bersih-bersih Mabes sebagai upaya menjaga kebersihan, kenyamanan serta kelestarian lingkungan.
Kali ini, aksi difokuskan di setiap sudut Rumah Bersama (Mabes) agar semuanya bersih dan rapih, Jl. Sunan Ampel II, Rejomulyo, Kec. Kota, Kota Kediri, Minggu (30/11/2025). Kegiatan dipimpin langsung oleh Koordinator Departemen Organisasi Rekan Fadlan, Koordinator Lembaga Literasi Rekan Zuliarno dan Rekanita Kanaya, serta anggota FK dan PK yang turut turun langsung dalam membersihkan mabes.
"Dengan durasi 2,5 jam, kita membersihkan lantai, kaca, merapihkan tanaman, buku, arsip, mencuci semua peralatan yang kotor hingga mengangkut sampah ke tempat pembuangan," ungkap Rekanita Kanaya.
Ia menjelaskan bahwa setelah aksi bersih dilanjutkan dengan Nonton Bersama (Nobar) di mabes yang bertujuan untuk merefleksikan diri di tengah kesibukan kuliah. Tidak hanya itu kami juga membedah film yang kita tonton lewat obrolan hangat sambil makan seporsi mie ayam kita mengasah critical thinking dan mengolah pikiran agar selalu berpikir positif serta senantiasa mensyukuri apa yang telah dimiliki.
Kegiatan ini melibatkan seluruh kader tanpa memandang jabatan atau struktur kepengurusan. “Kami bersama seluruh kader terus mengajak untuk menjaga kebersihan mabes. Mengurus mabes tidak bisa hanya dibebankan kepada pengurus inti, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” jelas Rekan Fadlan.
Rekan Fadlan menegaskan bahwa komitmen menjaga kebersihan mabes harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat ada agenda tertentu. Mabes sebagai ruang bersama dinilai memiliki peran penting sebagai tempat berproses, berdiskusi, dan memperkuat solidaritas kader.
“Apalagi mabes ini dibangun dari usaha dan kebersamaan kita semua. Kader sebelumnya sudah merintis dan menyediakan fasilitas, maka sudah sepatutnya kita menjaga dan merawatnya,” pungkasnya.
Penulis: Rekanita Kanaya