Panitia Peka Fest (Peka Festival) sukses menyelenggarakan kegiatan Temu Alumni pada Ahad, 10 Mei 2026, dengan mengusung tema Start Smart, Grow Strong, Seni Menjalin Koneksi Berkualitas dan Membangun Jiwa Bisnis yang Adaptif. Acara ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang diskusi inspiratif bagi para alumni dan juga pengurus PK IPNU-IPPNU UIN Syekh Wasil Kediri untuk mengembangkan kemampuan organisasi, relasi yang berkualitas, dan mempunyai jiwa kewirausahaan.
Ketua Pelaksana Peka Fest, Rekan Faiq, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut. Ia juga menambahkan tentang serangkaian kegiatan Peka Fest ke depannya, mulai dari turnamen voli dan badminton serta kajian Islam yang menghadirkan bintang tamu spesial. Temu Alumni ini juga menghadirkan Rekanita Hesty sebagai narasumber. Ia dikenal sebagai pengusaha muda dan organisatoris Nahdlatul Ulama.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa memulai bisnis di lingkungan organisasi dapat dilakukan dengan cara sederhana yang dekat dengan kehidupan anggota organisasi.
“Bisnis tidak hanya sebatas menjual produk, tetapi juga dapat berupa jasa dengan melihat skill yang dimiliki orang lain melalui manajemen yang kita bentuk,” imbuhnya.
Rekanita Hesti juga menegaskan bahwa organisasi sebenarnya telah memberikan modal awal, yaitu branding dan relasi yang telah didapat di organisasi. Maka, para organisatoris perlu memikirkan langkah ke depan untuk meningkatkan nilai diri.
“Relasi yang telah didapat di organisasi, ya dirawat. Cara merawatnya dengan menyapa, diikuti akunnya,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa keterampilan kepanitiaan tidak selalu layak dijual secara profesional. Namun, apabila hobi atau kemampuan organisatoris tersebut dapat dikembangkan bersama teman-teman yang lain, hal itu akan menjadi sebuah peluang usaha yang bernilai jual. Ia juga mengingatkan pengurus IPNU-IPPNU yang juga seorang mahasiswa untuk memperbaiki biodata akademiknya melalui profil Google Scholar sebagai bentuk pengembangan kapasitas diri.
“Harapannya, teman-teman yang sudah di saat ini tidak lupa dengan kiprahnya pada tri dharma perguruan tinggi. Selain hanya menjadi panitia, jangan lupa perbaiki biodata Google Scholar-nya,” tegasnya.
Mengenai cara mengantisipasi kesalahan, ia menyarankan agar belajar dari pengalaman orang lain dan berani “membayar”. Ia juga mengajak peserta untuk memiliki perspektif yang luas dalam menghadapi persoalan. Rekanita Hesty menegaskan bahwa jiwa entrepreneur tidak harus dimulai dengan modal besar. Kemampuan melihat peluang dari talenta teman maupun lingkungan sekitar juga termasuk mempunyai jiwa entrepreneur.
“Apa yang saya lihat, itu yang saya jual,” ungkapnya.
Menjawab pertanyaan mengenai cara tumbuh kuat di organisasi, ia menyampaikan bahwa akar kekuatan dalam diri harus dibangun. Dua hal penting yang perlu dimiliki ialah perspektif yang luas terhadap suatu hal dan kemampuan untuk memanajemen waktu.
Melalui kegiatan Temu Alumni ini, para organisatoris diharapkan memahami bahwa organisasi tidak hanya menjadi wadah belajar kepemimpinan, tetapi juga membangun relasi sehingga keterampilan yang dimiliki dapat berkembang serta menumbuhkan jiwa bisnis yang adaptif sesuai tema yang diusung, yaitu Start Smart, Grow Strong.
Pewarta: Rekanita Dina